Untukmenentukan nilai b, masukan a = 2 - b ke persamaan 2a+ b = 1. maka. 2a+ b = 1. 2(2 - b) + b = 1. 4 - 2b + b = 1 - b = - 3. b = 3. Untuk menentukan nilai a, nilai b = 3 ke persamaan: a = 2 - b. a = 2 - 3. a = - 1. maka bentuk fungsi tersebut adalah f(x) = -x +3. b. bentuk paling sederhana dari f(x - 1) adalah: f(x) = -x +3. f(x - 1) =
- Fungsi linear adalah suatu fungsi yang membentuk grafik secara garis lurus. Fungsi ini juga membuat relasi dengan memasangkan setiap anggota di himpunan A tepat ke satu anggota himpunan contoh soal dan pembahasan fungsi linear pada kelas 8 SMP, yaitu Baca juga Soal dan Jawaban Kemiringan Fungsi Linear Contoh soal 1 Rumus suatu fungsi f adalah fx = ax + b. Jika nilai dari f8 = 17 dan f-3 = -16, maka nilai dari a + b adalah?Jawab Diketahui Rumus fungsi f yakni fx = ax + bNilai f8 = 17Nilai f-3 = -16 Pembahasan Pertama, kita sudah mengetahui nilai x pada dua fungsi. Maka, bisa kita tampilkan dalam bentuk fx = ax + b. f8 = 8a + b = 17 ...persamaan if-3 = -3a + b = -16 ...persamaan ii Dari persamaan i dan ii kita lakukan metode eliminasi
A∩ B dibaca himpunan A irisan himpunan B. Dengan diagram Venn A ∩ B bisa dinyatakan seperti pada Gambar berikut ini. daerah irisan A dan B 2. Gabungan Himpunan A gabungan B ditulis A βˆͺ B = {x | x ∈ A atau x ∈ B} Contohnya : A = {1, 2, 3, 4, 5} B = {2, 3, 5, 7, 11} A βˆͺ B = {1, 2, 3, 4, 5, 7, 11} 3. Selisih
Menentukan Banyaknya Pemetaan/FungsiPerhatikan tabel berikut Dengan demikian maka rumus menentukan banyaknya fungsi atau pemetaan apabila banyaknya anggota himpunan A, nA = m dan banyaknya anggota himpunan B, nB = n adalah Banyaknya pemetaan dari A ke B = Banyaknya pemetaan dari B ke A = Contoh Jika K = { x x < 10, x elemen bilangan prima} dan L = {x 2 < x < 5, x eleman bilangan asli}, maka tentukan a. Banyaknya pemetaan dari K ke Lb. Banyaknya pemetaan dari L ke KSelesaian K = {2, 3, 5, 7}, nK = 4L = {3, 4, 5} , nL = 3Jadi a. Banyaknya pemetaan dari K ke L = b. Banyaknya pemetaan dari L ke K = Penyajian Bentuk Fungsi1. Dengan Diagram PanahRelasi antara himpunan A dan himpunan B dapat dinyatakan oleh arah panah. Oleh karena itu, diagram tersebut dinamakan diagram contoh diagram panah2. Dengan diagram CartesiusRelasi antara himpunan A dan B dapat dinyatakan dengan diagram Cartesius. Anggota-anggota himpunan A berada pada sumbu mendatar dan anggota-anggota himpunan B berada pada sumbu tegak. Setiap pasangan anggota himpunan A yang berelasi dengan anggota himpunan B dinyatakan dengantitik atau Dengan Himpunan Pasangan BerurutanHimpunan pasangan berurutan disajikan dengan mendaftar anggotanya urut dari daerah asal ke daerah 4,2, 5,3}Diskusi di grup WALatihan Soal1. Diketahui himpunan A = {faktor dari 10} dan B = {faktor prima dari 30}. Banyak semuapemetaan yang mungkin dari himpunan A ke himpunan B adalah ....2. Diketahui himpunan F = {p, q, r, s, t, u} dan G= {9}. Banyaknya pemetaan yangmungkin dari G ke F ada .................3. Tuliskan sebuah contoh fungsi dalam kehidupan sehar-hari, dan nyatakan dalam himpunan pasangan berurutan!Silakan latihan soal di atas dikerjakan pada buku kalian kemudian hasilnya difoto dan dikirim melalui tautan bersamaan dengan rangkuman materi melalui tautan di bawah ini, dengan menuliskan juga nama, kelas dan nomor absen
Fungsidapat dinyatakan dalam diagram panah, diagram cartesius, dan pasangan berurutan. Lihat contoh dibawah ini: Misalkan A = {1, 2, 3} dan B = {-3, -2, -1, 0, 1, 2}. Jika fungsi f : A β†’ B ditentukan dengan f (x) = 6 - 3x. Nyatakan dalam diagram panah, diagram cartesius, dan pasangan berurutan. ADVERTISEMENT. Masih ingatkah Anda dengan materi cara menentukan rumus fungsi jika nilainya diketahui? Jika Anda lupa silahkan baca kembali konsepnya pada psotingan Mafia Online yang berjudul cara menentukan rumus fungsi jika nilainya diketahui atau untuk mengingatnya kembali silahkan pelajari contoh soal di bawah ini. β€œDiketahui fx = ax + b merupakan fungsi linear dengan f1 = 3 dan f2 = 5. Tentukan bentuk fungsi fx”. Jika Anda menggunakan cara atau konsep yang sudah dibahas pada psotingan sebelumnya, maka cara penyelesaiannya seperti berikut. Karena fx = ax + b maka terlebih dahulu harus mencari nilai a dan b terlebih dahulu. Dengan demikian diperoleh f1 = 3 f1 = + b = 3 a + b = 3 => b = 3 – a f2 = 5 f2 = + b = 5 2a + b = 5 Dengan mensubstitusi b = 3 – a kepersamaan 2a + b = 5, maka 2a + b = 5 2a + 3 – a = 5 a = 2 Maka b = 3 – a b = 3 – 2 b = 1 Jadi, fungsi yang dimaksud adalah fx = ax + b = 2x – 1. Jika kita lihat, cara di atas cukup menyita waktu, karena prosesnya yang cukup panjang. Cara ini tidak cocok digunakan pada saat Ujian Nasional karena untuk menjawab soal-sioal UN memerlukan kecepatan dalam menjawabnya. Oleh karena itu Mafia online akan berikan solusi cepat, silahkan simak penjelasannya berikut ini. Misalkan rumus fungsi yang akan kita cari adalah fx = ax + b. Kita harus mencari nilai a dan b terlebih dahulu. Untuk mencari nilai a kita gunakan konsep gradien m, dimana a merupakan gradien dari suatu fungsi fx = ax + b. Jika dalam soal diketahui fx1 = c dan fx2 = d, maka untuk menentukan nilai a dapat menggunakan rumus gradien m yakni a = [fx2 – fx1]/[x2 – x1] a = [d – c]/[x2 – x1] Setelah diperoleh nilai a maka nilai b dapat dicari dengan cara mensubstitusi nilai a ke fx1 = c atau fx2 = d, dimana fx1 = c = ax1 + b dan fx2 = d = ax2 + b Oke, sekarang kembali ke contoh soal yang sudah dibahas dengan cara biasa, sekarang gunkan cara cepat yakni β€œDiketahui fx = ax + b merupakan fungsi linear dengan f1 = 3 dan f2 = 5. Tentukan bentuk fungsi fx”. Seperti yang sudah dijelaskan di atas maka, kita cari nilai a terlebih dahulu dengan konsep gradien yakni a = [f2– f1]/[x2 – x1] a = 5 – 3]/2 – 1 a = 2 Sekarang cari nilai b dengan ke fungsi f1 = 3, dalam hal ini fx = ax + b maka f1 = 3 f1 = + b = 3 a + b = 3 2 + b = 3 b = 1 Jadi, fungsi yang dimaksud adalah fx = ax + b = 2x – 1 Untuk memantapkan pemahaman Anda silahkan simak contoh soal di bawah ini. Contoh Soal 1 Diketahui fx = ax + b dengan f–2 = –13 dan f3 = 12. Tentukan bentuk fungsi fx = ax + b. Penyelesaian Cara biasa Cari nilai a terlebih dahulu, yakni fx = ax + b. maka f–2 = –13 f–2 = a–2 + b = –13 –2a + b = –13 b = 2a–13 f3 = 12 f3 = + b = 12 3a + b = 12 Substitusi b = 2a–13 ke persamaan 3a + b = 12 maka 3a + b = 12 3a + 2a–13 = 12 5a = 25 a = 5 b = 2a–13 b = b = –3 Jadi, fungsi yang dimaksud adalah fx = ax + b = 5x – 3. Cara cepat f–2 = –13 f3 = 12 a = [12 – – 13]/[ 3– –2] a = 25/5 a = 5 fx = ax + b f3 = 12 f3 = + b = 12 15 + b = 12 b = –3 Jadi, fungsi yang dimaksud adalah fx = ax + b = 5x – 3. Contoh Soal 2 Fungsi h dinyatakan dengan rumus hx = ax + b. Jika h5 = 16 dan h4 = 11 maka tentukan rumus fungsi hx. Penyelesaian Cara biasa hx = ax + b h5 = 16 h5 = + b = 16 5a + b = 16 b = 16 – 5a h4 = 11 h4 = + b = 11 4a + b = 11 Subtitusi persamaan b = 16 – 5a ke persamaan 4a + b = 11, maka 4a + b = 11 4a + 16 – 5a = 11 – a = – 5 a = 5 Substusi nilai a = 5 ke persamaan b = 16 – 5a, maka b = 16 – 5a b = 16 – b = 16 – 25 b = – 9 Jadi, fungsi yang dimaksud adalah hx = ax + b = 5x – 9. Cara cepat h5 = 16 h4 = 11 a = [11 – 16]/[4 – 5] a = –5/–1 a = 5 h5 = 16 h5 = + b = 16 5a + b = 16 b = 16 – b = 16 – 25 b = – 9 Jadi, fungsi yang dimaksud adalah hx = ax + b = 5x – 9. Oke, demikian postingan Mafia Online tentang cara cepat menentukan rumus fungsi jika nilainya diketahui. Mohon maaf jika ada kata atau perhitungan yang salah dalam postingan di atas. Silahkan baca postingan berikutnya tentang cara cepat menentukan nilai fungsi. Salam Mafia => Kita pasti bisa. HalloNiko, kakak bantu jawab yaa Jawaban : Tidak ada di opsi Konsep : Dalam fungsi f(x), maka setiap nilai x yang dimasukkan akan mempunyai nilai f(x) di daerah hasil. Pembahasan : f(x)=3x+1, karena arah relasi adalah A ke B, maka setiap anggota A diasumsikan sebagai daerah asal dan setiap anggota B adalah daerah hasil. Mengapa Rumus Fungsi dari A ke B Penting?Hello Kaum Berotak! Apakah kamu pernah kesulitan dalam memahami rumus fungsi dari A ke B? Matematika memang bisa menjadi momok bagi sebagian besar orang, tapi sebenarnya rumus ini sangat penting untuk dipahami. Rumus fungsi dari A ke B biasanya digunakan untuk menghitung nilai fungsi dari suatu variabel dalam matematika. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara santai cara mudah memahami rumus fungsi dari A ke B. Apa Itu Fungsi Matematika?Sebelum kita membahas lebih jauh tentang rumus fungsi dari A ke B, mari kita bahas dulu apa itu fungsi matematika. Fungsi matematika adalah sebuah hubungan antara suatu variabel input dan variabel output. Dalam arti lain, fungsi matematika adalah sebuah aturan yang menghubungkan suatu bilangan dengan bilangan lainnya. Fungsi matematika sering digunakan dalam dunia matematika, fisika, dan teknik. Untuk membuat rumus fungsi dari A ke B, pertama-tama kita harus menentukan variabel input dan variabel output. Variabel input biasanya dilambangkan dengan huruf x, sedangkan variabel output dilambangkan dengan huruf y. Setelah itu, kita harus menentukan aturan yang menghubungkan x dengan y. Contoh sederhana rumus fungsi dari A ke B adalah y = 2x + 1. Dalam rumus ini, x adalah variabel input dan y adalah variabel output. Aturan yang menghubungkan x dengan y adalah dengan mengalikan x dengan 2 dan menambahkan 1. Cara Memahami Rumus Fungsi dari A ke BMemahami rumus fungsi dari A ke B bisa menjadi sulit bagi sebagian orang. Namun, ada beberapa cara mudah untuk memahami rumus ini. Salah satunya adalah dengan membuat tabel nilai. Dalam tabel nilai, kita akan menentukan beberapa nilai untuk variabel input x dan mencari nilai yang sesuai untuk variabel output y. Misalnya, jika fungsi matematika adalah y = 2x + 1, kita bisa membuat tabel seperti ini x y – – 0 1 1 3 2 5 3 7 4 9 Dalam tabel ini, kita mencari nilai y dengan mengalikan nilai x dengan 2 dan menambahkan 1. Dari tabel tersebut, kita bisa melihat bahwa jika x = 0, maka y = 1. Jika x = 1, maka y = 3. Dan seterusnya. Menggunakan Grafik untuk Memahami Rumus Fungsi dari A ke BSelain tabel nilai, kita juga bisa menggunakan grafik untuk memahami rumus fungsi dari A ke B. Dalam grafik, kita akan memetakan variabel input dan variabel output ke dalam koordinat. Misalnya, jika fungsi matematika adalah y = 2x + 1, maka kita bisa membuat grafik dengan mengambil beberapa nilai untuk x dan mencari nilai y yang sesuai. Berikut adalah contoh grafik untuk fungsi y = 2x + 1Dalam grafik ini, sumbu x adalah variabel input dan sumbu y adalah variabel output. Garis yang melintasi kedua sumbu tersebut menunjukkan hubungan antara x dan y. Kita bisa melihat bahwa jika x = 0, maka y = 1. Jika x = 1, maka y = 3. Dan Menggunakan Rumus Fungsi dari A ke BSetelah memahami rumus fungsi dari A ke B, kita bisa menggunakan rumus ini untuk menghitung nilai y berdasarkan nilai x yang kita miliki. Misalnya, jika rumus fungsi dari A ke B adalah y = 2x + 1 dan kita ingin mencari nilai y jika x = 5, maka kita tinggal mengganti x dengan nilai yang kita milikiy = 25 + 1y = 11Dengan demikian, nilai y jika x = 5 adalah 11. Contoh Soal Rumus Fungsi dari A ke BUntuk memahami lebih lanjut tentang rumus fungsi dari A ke B, berikut adalah contoh soal yang bisa kamu cobaJika fungsi matematika adalah y = 3x – 2, hitunglah nilai y jika x = menjawab soal ini, kita tinggal mengganti x dengan nilai yang kita milikiy = 34 – 2y = 10Dengan demikian, nilai y jika x = 4 adalah fungsi dari A ke B memang bisa menjadi sulit bagi sebagian orang. Namun, dengan memahami dasar-dasar matematika dan menggunakan cara-cara mudah seperti tabel nilai dan grafik, kita bisa memahami rumus ini dengan lebih baik. Dalam dunia matematika, rumus fungsi dari A ke B sangat penting untuk dipahami karena sering digunakan dalam berbagai bidang seperti fisika dan teknik. Jadi, jangan takut untuk belajar matematika ya Kaum Berotak! Sampai Jumpa Kembali di Artikel Menarik Lainnya
Sehinggajika diketahui fungsi f memetakan dari A ke B maka invers fungsi dari f memetakan dari B ke A Simak pembahasan di bawah ini Diatas menunjukan bahwa contoh menentukan invers pada suatu fungsi yaitu fungsi f(x)=2x-1 , sehingga didapatkan invers dari fungsi tersebut yaitu f-1(x)=(x+1)/2
PembahasanMisalkan fungsi dari ke B adalah , dari diagram panah tersebut diperoleh kemudian substitusikan ke dalam maka diperoleh Gunakan metode eliminasi maka diperoleh kemudian substitusikan Dengan demikian rumus fungsi dari A ke B adalah Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah fungsi dari ke B adalah , dari diagram panah tersebut diperoleh kemudian substitusikan ke dalam maka diperoleh Gunakan metode eliminasi maka diperoleh kemudian substitusikan Dengan demikian rumus fungsi dari A ke B adalah Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D. BelajarPengertian Fungsi dengan video dan kuis interaktif. Dapatkan pelajaran, soal & rumus Pengertian Fungsi lengkap di Wardaya College. bagikan ke teman atau rekan kamu supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya. Kamu dapat download modul & contoh soal serta kumpulan latihan soal lengkap dalam bentuk pdf pada list dibawah ini:
BerandaPerhatikan diagram panah berikut ! Rumus fun...PertanyaanPerhatikan diagram panah berikut ! Rumus fungsi dari A ke B adalah ...Perhatikan diagram panah berikut ! Rumus fungsi dari A ke B adalah ... HEMahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan IndonesiaPembahasanfx = ax + b Hitung nilai b f0 =a0 + b 3 = 0 + b b = 3 Hitung nilai a f1 = a1 + b 5 = a + 3 a = 5 - 3 = 2 Maka rumus fungsinya adalah fx = ax + b = 2x + 3fx = ax + b Hitung nilai b f0 =a0 + b 3 = 0 + b b = 3 Hitung nilai a f1 = a1 + b 5 = a + 3 a = 5 - 3 = 2 Maka rumus fungsinya adalah fx = ax + b = 2x + 3 Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!6rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!RFRafi Fazakurniawan Mudah dimengerti Makasih ❀️IWI WirawanJawaban tidak sesuai©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
Jikafungsi f : A β†’ B ditentukan dengan aturan y = f (x), maka invers dari fungsi f bisa kita tuliskan sebagai f⁻¹ : B β†’ A dengan aturan x = f⁻¹ (y) Nah, untuk bisa menentukan fungsi invers elo harus melakukan beberapa tahapan terlebih dahulu nih, Sobat Zenius. - Pemetaan atau fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. Dikutip dari Buku Get Success UN Matematika 2006 oleh Slamet Riyadi, jika fungsi f memetakan setiap x ∈ A dengan tepat satu y ∈ B maka dapat ditulis dengan notasi fx β†’ y atau ditulis dengan rumus fx = y atau fx β†’ ax+b atau ditulis dengan rumus fx = ax+b, denganf = nama fungsix = variabel bebasy = fx variabel langsung Fungsi dengan rumus fx = ax+b dapat ditentukan nilai fungsinya dengan cara mensubstitusikan nilai x. Baca juga Soal dan Jawaban Ketinggian Maksimum Grafik Fungsi KuadratContoh soal 1 Fungsi f ditentukan dengan rumus fx = ax+b. Bila f2=1 dan f4=7, maka nilai a+2b adalah .... A. -7B. -2C. 2D. 7 Jawab Diketahui fx = ax+b f2 = 1 dan f4 = 7 Ditanyakan a+2b = ....? Pembahasan fx = ax+bf2 = a2+b = 2a+b = 1f4 = a4+b = 4a+b = 7- -2a = -6a = 32a+b ⇔ 23+b = 1 β‡’ b = -5Jadi, a+2b = 3+2-5 = 3-10 = -7
Jadi invers dari fungsi f(x) = 4x + 7 adalah f-1 (x) = (x βˆ’ 7)/4. Perhatikan bahwa dengan rumus praktis di atas, kita bisa menghemat waktu beberapa detik atau bahkan menit. B. Rumus Fungsi Invers Bentuk Pecahan Fungsi berikutnya adalah fungsi berbentuk pecahan. Sama seperti fungsi linear, pada fungsi pecahan ini pangkat tertingginya juga satu.
Rumus Pemetaan Dari A ke B dan Contoh Soal – Dalam ilmu matematika, pemetaan merupakan cara penentuan relasi sebuah himpunan. Himpunan memiliki makna mengenai sekumpulan benda atau objek yang mempunyai arti dengan definisinya di setiap anggota himpunan. Tentunya, jika berhubungan dengan himpunan kita akan mempelajari pembagian setiap kelompoknya yang akan ditelaah melalui materi relasi. Hal ini berhubungan dengan aturan yang memasangkan antara dua himpunan di sebuah relasi. Relasi sendiri memiliki beberapa materi yang mengaitkan himpunan-himpunan ini, salah satunya materi pemetaan. Pemetaan sendiri dapat dikatakan sebagai fungsi yang menjadi bagian dari relasi dari sebuah himpunan, seperti A ke B sehingga terdapat pemetaan yang memasangkan anggota himpunan. Fungsi memiliki makna sebagai ekspresi yang menjelaskan aturan mengenai definisi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Namun, pada setiap pemetaan atau fungsi merupakan bagian dari relasi, tetapi setiap relasi belum tentu menjadi bagian fungsi atau pemetaan. Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai materi pemetaan dengan memahami rumus-rumusnya. Berikut penjelasannya. Baca juga Contoh Soal Domain dan Range Suatu Fungsi Kemungkinan Terjadinya Pemetaan Sebelumnya, perlu diingat kembali bahwa aturan yang mengharuskan sebuah relasi memasangkan setiap anggota himpunan yang tepat harus dengan memperhatikan pemetaan dan relasinya sebagai berikut. Pemetaan dapat disebut sebagai sebuah fungsi sehingga banyaknya pemetaan yang terjadi dari A ke B biasanya bergantung pada banyaknya anggota himpunan. Hal ini pun dapat terjadi sebaliknya dari B ke A. Namun, kejadian ini hanya akan berlaku apabila dua himpunan A dan B ini sama. Selain itu, terdapat dua cara yang dapat digunakan dalam melihat kemungkinan terjadinya pemetaan, yaitu dengan menggunakan diagram panah dan dengan rumus. Baca juga Contoh Soal Himpunan Matematika Kuliah Diagram panah digunakan untuk melihat terjadinya pemetaan dengan melakukan penggambaran diagram sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Misalnya, jika A = {1, 2, 3} dan B= {a, b} maka nA = 3 dan nB = 2. Banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B ada 8, seperti tampak pada diagram panah pada gambar di bawah ini. Pembuatan diagram panah dalam mencari sebuah pemetaan tentunya dapat memudahkan kita lebih memahami bagaimana distribusi yang terjadi antar-himpunan. Namun dalam praktiknya, penggunakaan diagram panah dirasa kurang efektif dan tidak dianjurkan dalam mencari pemetaan yang tentunya memiliki berbagai macam variasi soal. Misalnya, dengan n A = 30 dan n B = 20 tentunya akan membutuhkan waktu yang lama untuk menggambar diagram panahnya. Baca juga Materi Dan Contoh Soal Fungsi Kelas 8 SMP Rumus Penentuan Pemetaan Selain menggunakan diagram panah dengan cara menggambar untuk mencari pemetaan, terdapat langkah yang lebih efektif dan cepat, yaitu menggunakan rumus. Penggunaan rumus dapat diaplikasikan jika kebetulan anggota himpunan memiliki banyak pemetaan. Penentuan banyaknya pemetaan yang dapat terjadi dari A ke B atau B ke A dapat memperhatikan rumus berikut. Jika banyaknya anggota himpunan A adalah nA = a dan banyaknya anggota himpunan B adalah nB = b maka banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B adalah ba dan banyaknya pemetaan yang mungkin dari B ke A adalah ab. Misalnya, pada sebuah himpunan A = {a, b} dengan n A = 2 dan B = {1, 2, 3} dengan n B = 3 dapat diperoleh banyaknya pemetaan dari A ke B = n BnA = 32 = 9 dan banyaknya pemetaan dari B ke A = n AnB = 23 = 8. Baca juga Rumus Menghitung Relasi Dan Fungsi Setelah mempelajari sekilas mengenai pemetaan dan cara menentukannya, agar memantapkan pemahaman kalian pahamilah beberapa contoh soal berikut beserta pembahasannya. 1. Jika A = {bilangan prima kurang dari 5} dan B = {huruf vokal}, hitunglah banyaknya pemetaan yang mungkin Pages 1 2 3
OXqWQF.
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/416
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/268
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/75
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/33
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/439
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/110
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/254
  • 4ymt8b4n72.pages.dev/320
  • rumus fungsi dari a ke b